maulrestpenulis arsip — belum menautkan akun Jejaring

54 tulisanBandungsitus

Tulisan

AtomicEssay

AES018 Kisah Beli Tamiya KW: Ikhlas Itu Lupa

Cerita terinspirasi dari kisah nyata yang didramatisir menjadi fiksi dan merupakan adaptasi kisah dari Pak Syukri Albani Sore itu saya membeli mainan mobil rakit versi tiruan dari produk Tamiya. Pedagang menawarkan dengan harga 40 ribu rupiah, saya bayar dengan 50 ribu, kembali 10 ribu. Namun terny…

maulrest00
AtomicEssay

AES017 Ide Gila Pertunjukan: Selang Waktu

Banyak yang bilang 17tahunitucepat Ada juga yang bilang 17 tahun itu lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Manusia memang cukup nakal dalam memainkan akal Kehidupan yang tadinya bertahun-tahun sangatttttttt lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Bisa disulap hanya menjadi video15detikinstastorydantiktok Trik sulap…

maulrest53
AtomicEssay

AES 016 Seri Review Semesta: Sendal Jepit

Aku adalah sendal sejuta umat, burung walet yang diubah ke dalam B. Inggris dijadikan merkku. Warnaku putih untuk bagian yang diinjak kaki manusia, dan warna-warna lainnya untuk tali dan bagian bawahku. Warna yang legendaris tentu warna biru dan hijau, memang sekarang sudah banyak warna lain namun…

maulrest10
AtomicEssay

AES015 Sehat & Holistik

Sebelum era COVID-19, saya teringat perihal kesehatan seakan-akan ada 3 kubu besar yang berbeda pendapat. Kubu pertama dari kalangan orang yang percaya sehat itu dikarenakan pola hidup dari makanan, olahraga, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan fisik atau jasmani. Kubu kedua percaya sehat it…

maulrest51
AtomicEssay

AES014 Sakit & Daun-Daun Kering

Beberapa hari ini saya sudah mendekam di rumah dikarenakan dokter menyarankan saya untuk tidak ke tempat kerja dulu. Ada satu hari di mana badan terasa sangat nyeri seperti ditusuk-tusuk ngilu sehingga tidur pun terbangun beberapa kali. Sempat terbesit di pikiran kalau nanti ketika menghadapi sakar…

maulrest20
AtomicEssay

AES013 Seri Puisi Lawas: Going Down

Potongan cerita dari pengalaman di Sulawesi tahun 2016-2017Setelah hampir 1 jam perjalanan melewati jalan terjal, akhirnya motor yang luar biasa tangguhnya ini berhenti di depan sebuah rumah panggung. Rumah panggung ini berbeda dengan rumah panggung lainnya yang ada di sekitar Desa Taipaobal. Menur…

maulrest10
AtomicEssay

AES012 Seri Review Semesta: Kopi

Biji-biji kopi yang sudah diolah dari kebun sudah dimasukan ke stoples-stoples estetik di kedai kopi. Mereka yang berdesakan sudah terlihat senang karena akan disajikan ke gelas-gelas para penikmat kopi yang tentunya mengapresiasi mereka. Apresiasinya pun sangat mendalam, dari asal, cara pengolahan…

maulrest10
AtomicEssay

AES011 Pak Vinan Bagian 2

Lanjutan dari bagian 1 https://ririungan.semipalar.sch.id/maulrest/blog/3900/aes009-pak-vinan-bagian-1 Mei 1998, ketika beberapa teman Pak Vinan memilih untuk mengungsi ke Bali, Pak Vinan memilih untuk tetap berdiam di Bandung tepatnya di daerah Astana Anyar. Suatu hari beliau menengok keluar rumah…

maulrest10
AtomicEssay

AES010 Misteriusnya Musik Sore

Musik itu misterius. Kadang bisa membuat orang senang & energik namun tidak jarang juga menyanyat hati pendengarnya. Bisa jadi musik itu sesuatu yang holistik. Musik yang rumit dan membutuhkan waktu panjang untuk mempelajarinya bisa membuat kita berdecak kagum, tapi tidak jarang juga musik sede…

maulrest122
AtomicEssay

AES009 Pak Vinan Bagian 1

Sosok yang pertama kali saya temui ketika sampai di PPM Gambung adalah Pak Vinan, ya pemilik PPM Gambung itu sendiri. Ada rasa khawatir dikarenakan saya hanyalah kakak magang dan baru pertama kali bertemu beliau, maka percakapan tidak akan mengalir dengan baik. Namun saya salah sangka, ternyata Pak…

maulrest30
AtomicEssay

AES008 Pedekate Kapebe

Pencarian jodoh pun dimulai. Layaknya orang yang mau PDKT tentu pemuda ini sudah melakukan riset mendalam baik dari berselancar di media sosial sampai melakukan wawancara dengan narasumber. Dari hasil riset muncul lah calon jodoh yang ia kira berbeda dari calon-calon lainnya. Sebetulnya ia bisa saj…

maulrest110
AtomicEssay

AES007 Tut Wuri Handayani

Semboyan paling terakhir dari tiga rangkaian kalimat Ki Hadjar Dewantara ini sebetulnya memunculkan sedikit misteri. Apa bedanya memberikan dorongan di belakang dengan memberikan semangat di tengah? Sepertinya kita akan cukup kesulitan untuk membedakan kedua hal ini karena merasa sudah melakukan sa…

maulrest70