Ara Djatipenulis arsip — belum menautkan akun Jejaring

132 tulisan

Tulisan

AtomicEssay

AES118 - Bambu Ngadiprono

Sebagai fokus pengamatanku selama penjelajahan ini, aku ingin mempelajari bagaimana warga Ngadiprono menggunakan bambu dalam kehidupan dan keseharian mereka. Kata Mas Ahmad, yang di awal memperkenalkan kami pada dusun ini, bambu adalah bagian dari hidup, lahir hingga akhir. Dahulu, ari-ari bayi dip…

Ara Djati00
AtomicEssay

AES117 - Kenapa Pintunya Ditutup?

Sudah tiga hari kami menginap di rumah Pak Endro di Dusun Ngadiprono, Temanggung. Hari-hari berlalu dengan lambat. Matahari perlahan meresap lewat jendela, mencahayakan kembali langit gelap malam. Ayam berpetok-petok berbaris. Perjalanan pulang anak-anak setelah maghrib tersendat oleh riuh mereka b…

Ara Djati20
AtomicEssay

AES116 - Komorebi

Hirayama adalah seorang lelaki paruh baya yang menjalani hari dengan rutin sederhana sebagai pembersih toilet umum di Tokyo. Tiap pagi dia bangun, menyiram tanaman, mengenakan seragamnya, melepaskan jam tangannya. Dia keluar, tidak mengunci pintu rumahnya, membeli kopi dari vending machine, dan men…

Ara Djati41
AtomicEssay

AES115 - Bapak Jeruk Lemon

Di belokan menanjak ke arah jalan raya ke arah komplek ke arah rumahku, ada sebuah stan sederhana dari bambu dan triplek. Untuk meneduh dari hujan, terpasang sebuah baliho yang dipasak ke tanah kering dengan tali rafia. Lalu, di mukanya, sebuah papan kecil pertuliskan JERUK LEMON. Bapak Jeruk Lemon…

Ara Djati31
AtomicEssay

AES114 - Soal Terakhir Ujian

Selamat! Kamu telah menyelesaikan ujian ini. Tapi, sebelumnya, ada satu pertanyaan terakhir yang perlu kamu jawab. Jawabanmu atas pertanyaan ini akan memengaruhi seluruh hasil ujianmu. Karena, pada akhirnya, hanya jawabanmu di sinilah yang penting. 16. Kamu selalu mengaku senang bereksplorasi. Keny…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES113 - Mulai Menyadari Akhir Tahun Ajaran

Pohon jambu di dekat sanggar sedang berbunga, bersemi, sebebas-bebasnya. Benang sarinya yang putih halus bertaburan di kakiku, tipis menyelimuti tanah, menggantikan hijau rumput dengan kilaunya. Kalau angin sedang mempercepat laju tiupnya, benang sari itu mulai jatuh lagi. Pelan-pelan, mengangkasa…

Ara Djati40
AtomicEssay

AES111 - Sekarang Sudah Selesai

Ada titik ketika kita sadar bahwa sesuatu yang sudah lama menjadi sebuah nanti tiba-tiba menjadi sebuah sekarang. Titik di mana semuanya melebur, meletup, melambung; semua terbayarkan, tuntas, tamat. Tiap momen kecil menuju titik itu berkelebatan di dalam kepala, foto-foto menumpuk acak melatarbela…

Ara Djati80
AtomicEssay

AES112 - bahasa tak harus membatasi!

Beberapa waktu yang lalu, Kak Andy mengirimkan sebuah video tentang bagaimana bahasa bisa membatasi kita, dan memintaku memberikan tanggapan. Video itu membahas ide yang menarik: bahwa bahasa, secara konsep, bertujuan untuk mengkategorisasikan dunia di sekeliling kita. Bahasa adalah sarana paling p…

Ara Djati21
AtomicEssay

AES110 - akan kembali

Terlanjur terlilit dalam ritme keseharian, begitu mudah hal sederhana jadi gawat, benang rapi jadi kusut. Namun, sekali-kali, akan terbersit dalam pikiranku bulir-bulir damai, sekian detik ketika masalah-masalahku luluh, dan aku ingat bahwa aku hanya bagian kecil dari ini semua. Dunia akan terus be…

Ara Djati20
AtomicEssay

AES109 - meng(aku)

Sebagai anak tunggal dengan sedikit orang di sekitar, aku menghabiskan masa kecilku dalam dunia angan-angan. Aku berpura-pura jadi peri, jadi putri duyung, jadi owa jawa. Aku berpura-pura jadi anak kepala suku di sebuah planet terpencil. Aku berpura-pura jadi agen rahasia, menyelesaikan misi pentin…

Ara Djati70
AtomicEssay

AES108 - Siklus

Untuk sebagian besar hidupku, kurasa orang-orang mempersepsikan aku sebagai orang yang patuh. Mungkin karena aku diam dan tidak banyak membuat kenakalan. Aku juga dulunya pikir aku orang yang patuh. Tapi semakin lama aku semakin tidak suka dicap seperti itu. Kalau diingat-ingat aku sebenarnya tidak…

Ara Djati60
AtomicEssay

AES107 - Pohon Ara

I saw my life branching out before me like the green fig tree in the story. From the tip of every branch, like a fat purple fig, a wonderful future beckoned and winked. [...] I wanted each and every one of them, but choosing one meant losing all the rest, and, as I sat there, unable to decide, the…

Ara Djati20