leoamuristpenulis arsip — belum menautkan akun Jejaring

516 tulisan

Tulisan

AtomicEssay

AES381 Kekuasaan (2)

Kesadaran kedua adalah bahwa situasi selalu akan tumbuh baik dan terbangun sebelum akhirnya tersendat dan runtuh. Bukan menyumpahi apalagi menyampahi, ini hanya membuka telinga untuk melihat dan menutup mata untuk menilai. Coba rasakan aromanya, bukankah sangat alamiah yang namanya pertumbuhan itu…

leoamurist00
AtomicEssay

AES380 Kekuasaan (1)

Kesadaran pertama adalah bahwa semakin kuat saya mendorong sistem, semakin kuat juga dorongan balik dari sistem. Sistem di sini adalah kebiasaan terstruktur, ingatlah bahwa sistem tanpa struktur hanyalah bayang-bayang kenyataan. Dan struktur terkuat adalah kebiasaan, bahkan yang dibilang pola itu h…

leoamurist10
AtomicEssay

AES379 Kekebalan

Seringkali menghadapi pola yang sama yang begitu-begitu saja, menghadirkan transformasi dari kesebalan jadi kekebalan. Awalnya sebal, akhirnya kebal. Sudah terduga, terjadi pula. Jebakannya adalah bahwa kekebalan ini pun, pola yang begitu-begitu saja. Akhirnya yang sebal menjadi kebal, kemudian men…

leoamurist07
AtomicEssay

AES378 Memberi Izin Meminta Maaf

Katanya, lebih mudah meminta maaf daripada meminta izin. Karena kalau meminta izin, bisa jadi tidak diberikan dan yang dikehendaki tidak didapatkannya. Sedangkan kalau meminta maaf, sudah mendapatkan yang dikehendaki terlepas diizinkan atau tidak. Sekalipun ternyata tidak diizinkan, sudah mendapatk…

leoamurist10
AtomicEssay

AES377 Bukan Biji Dahulu

Sekarang, kalau ada pertanyaan mana duluan ayam atau telur saya akan menjawab ayam duluan. Seperti jawaban dari pertanyaan duluan mana biji atau pohon, jawabannya adalah pohon. Alasannya, mengenai nama saja. Kita kan menamai sesuatu yang kita konsumsi. Konsumsi dalam arti luas, seperti pengetahuan…

leoamurist10
AtomicEssay

AES376 Pada yang

Pada yang di belakang, kita meletakan dugaan. Pada yang bersamaan, kita meletakan pemodelan. Pada yang di depan, kita meletakan tuntutan. Dugaan, pemodelan, tuntutan yang istilah kerennya kita bilang ekspektasi, asumsi, ambisi. Seperti meminta pemenuhan wadah yang dahulu gagal kita penuhi, ekspekta…

leoamurist00
AtomicEssay

AES375 Bubur

Seringkali terlalu sibuk mengukur kapasitas sampai melupakan spesifisitas. Kemudian menjujung kolaborasi, yang malah menampilkan ketidak mampuan diri merealisasi imaji. Maksudnya, seringkali terlalu besar keinginan tidak diimbangi besar daya tahan menghadapi kenyataan. Inginnya sih punya teman sekl…

leoamurist00
AtomicEssay

AES374 Dalam Berkata-kata

Yang paling penting adalah yang tidak terkatakan, makanya perlu mampu merangkai kata-kata. Yang paling benar adalah yang tak terbahasakan, makanya perlu mampu menggunakan bahasa. Memang, kata dan bahasa tidak dapat menjelaskan semua hal. Sayangnya, semua hal hanya bisa dijelaskan melalui bahasa dan…

leoamurist10
AtomicEssay

AES373 Uap-uapnya

Kemarin saya ikutan donor darah, setelah terakhir sekitar empat tahun lalu. Tekanan darah lumayan tinggi, haemoglobin normal, perut lapar. Wah bisa jadi, motivasi ikutan donor darah biar dapet bubur kacang ijo dan telur rebus nih. Setelah jarum masuk ke pembuluh vena lengan kanan, yang sebelumnya s…

leoamurist00
AtomicEssay

AES372 L or R

L untuk logika, R untuk rasional or untuk atau. Yak, logis atau rasional. Yang logis mestilah rasional, sedangkan yang rasional belum tentu logis. Kata siapa? Kata saya. Seperti ayam dan telur ayam (bukan telur bebek), di sini ada rasionalitas. Lalu mana yang duluan telur atau ayam, di sini ada log…

leoamurist20
AtomicEssay

AES371 Pemberontak Paling Patuh

One who cannot command must obey. Ini artinya bukan, yang tidak mampu memerintah harus patuh. Malahan artinya adalah, yang tidak mampu memerintah pastilah patuh. Dan yang paling patuh dari antara yang tidak mampu itu adalah pembangkang. Mengingat, selalu ada yang lebih daripada yang paling. Maka, y…

leoamurist20
AtomicEssay

AES370 KeSasaran

Terlalu fokus kepada sasaran, terlalu sibuk dengan sasaran. Jadinya kesasar kan. Tidak melulu semua perlu sasaran, yang musti ada kan tujuan. Seperti hendak mendaki gunung, tujuannya adalah puncak dan sasarannya adalah pos pemberhentian. Kalau mampu sekali melangkah sampai, tidak perlu berhenti-ber…

leoamurist00