leoamuristpenulis arsip — belum menautkan akun Jejaring

516 tulisan

Tulisan

AtomicEssay

AES417 Selapis Demi Selapis Lama-lama Habis

Menyiapkan susu segar segelas untuk dinikmati dan dicerna nutrisinya, eh ada setitik kotoran di lapisan atas. Ambil saja setitik itu dengan celupan jari telunjuk dan memang kotoran setitik itu melekat pada jari, angkat dan buang. Eh baru sadar kalau telunjuk ini belum dibilas setelah menulis dengan…

leoamurist00
AtomicEssay

AES416 Effort-Less-Ness

Kalau kita melakukan pelayanan dan kita menikmatinya, kita tidak sedang melayani melainkan menikmati. Egosentris tingkat awal kan soal apa yang aku dapat, tingkat menengah adalah soal apa yang aku kasih, tingkat akut adalah soal agar aku tidak merasa bersalah saja. Berarti, yang namanya pelayanan m…

leoamurist00
AtomicEssay

AES415 Kalau Komunikasi Adalah Kunci, Anak Kuncinya Apa?

Untuk saya sih, anak kuncinya adalah kesetingkatan pemahaman. Komunikasi sebagai kunci menghambat terbukanya pintu persepsi, sedangkan realita ada di luar sana. Membahas soal komunikasi sebagai kunci tidak akan membuka pintu persepsi, apalagi menemukan realita. Toh kalaupun berhasil membobolnya den…

leoamurist10
AtomicEssay

AES414 AiyQiuw

Menyimak video soal lebih fatal orang bodoh daripada orang jahat, bikin teringat pemahaman dulu soal lebih baik menjadi orang cerdas daripada orang baik. Karena tingkat kecerdasan tinggi lah yang menghadirkan sikap dan perilaku baik. The way one think is the way one feel. Salah satu kutipan kebijak…

leoamurist00
AtomicEssay

AES413 Kerak Nostalgia

Dari yang merasa lebih, jadi sadar bahwa selalu ada yang lebih dari yang paling. Saat diri menjadi yang paling tahu akan sesuatu, respons dari yang lain bisa jadi membuat diri lebih tahu lagi; Dengan syarat, telinga ini bersih dari kerak nostalgia. Saat bertemu dengan yang merasa lebih, tangan ini…

leoamurist00
AtomicEssay

AES412 Karyanya Adalah Ke-tidak Sempat-an

Pagi hari, bangun mandi berpakaian lalu berendam parfum hingga aroma wangi semerbak sampai ke ujung dunia. Dunianya tentu saja, karena bisa jadi untuk dunia lain ini tidak wangi. Dunia kedai kopi misalnya, yang dimampirinya sejenak dalam perjalanan ke tempatnya berkarya. Ia lah karyawan, bukan seka…

leoamurist00
AtomicEssay

AES411 Pikiran Apa Sebelum Berpikir Bagaimana

Verbal kah, yang ada pada kebanyakan orang kebanyakan. Visual kah, yang sering dikhususkan dan dijadikan stigma. Atau spasial, yang selalu diabaikan sampai akhirnya sekarang jadi sendi utama perkembangan zaman. Dengan demikian, cara berpikir sistem kah, cara berpikir desain lah, cara berpikir kriti…

leoamurist00
AtomicEssay

AES410 Sepirit

Kalau bicara soal spirit, yang kerap mengata-katakan kata spirit itu yang biasanya yang tidak memahaminya. Yang dikatakan, yang belum selesai di pemikiran; yang dilakukan yang belum selesai di pemahaman. Karena yang sudah, cukup menjadi dan diam; diam dan menjadi. Bukan sekadar diam. Kalau begitu s…

leoamurist10
AtomicEssay

AES409 Sehingga Realita Bisa Berlangsung Tanpa Ekspektasi

Kalau asumsi kan melihat ke belakang untuk menilai yang sekarang. Sedangkan ekspektasi tuh melihat ke depan sebagai hasil dari penilaian yang sekarang. Yang jadi persoalan adalah kalau asumsinya tidak kuat, sehingga penilaian sekarang kurang jelas. Ekspektasi ke depan bisa jadi tuntutan, bukannya h…

leoamurist10
AtomicEssay

AES408 Tujuan & Sasaran

Bedanya, ada yang banyak yaitu tujuh-an (7) dan ada yang hanya satu aja yaitu sa-saran (1). Hmmm... Hanya, kalau dari aplikabilitas sih yang tujuan baiknya satu aja sedangkan sasaran baiknya lebih dari satu. Begitupun gak perlu sampai tujuh juga kalau bisa lebih sedikit, repot juga kalau banyak. Id…

leoamurist00
AtomicEssay

AES407 ReflekSif

Secara umum, "refleksif" relates more to involuntary actions or behaviors, while "reflektif" relates to thoughtful or introspective thinking. Yang mengerikan, kalau secara reflekS menyela dengan permintaan refleksi. Ini seperti meminta makna sebelum aktivitas selesai, bahkan sebelum kegiatan dimula…

leoamurist00
AtomicEssay

AES406 MEMAK(na\an)i

Memaknai terjadi saat diri memiliki wadah untuk menerima makna. Tanpa itu jadinya malah memaKani, selalu meminta tetapi tak mampu menerima. Pertanyaan, “Apa maknanya?” Jadi terasa seperti menguji, kalau yang bertanya tak memiliki wadah ini. Terlalu berantakan isi diri, masih saja tetap meminta diis…

leoamurist40