Ara Djatipenulis arsip — belum menautkan akun Jejaring

132 tulisan

Kompilasi Artikel

Kumpulan tulisan yang dikurasi Ara Djati.

Tulisan

AtomicEssay

AES058 - Telunjuk Kanan

Kemarin, atas keteledoranku sendiri, jariku tergeprek. Aku sedang memukul pasak dengan batu, dan jariku terselip di bawahnya. Sepersekian detik sebelum terhantam, aku sempat berpikir, aduh gawat!, tapi sudah telat. Untungnya kukuku tidak kena, hanya tepiannya yang luka dan memar. Sebenarnya tidak t…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES057 - Bintang Mana yang Kuraih?

Sejak kecil di Smipa, kita selalu didukung untuk meraih bintang kita. Bintang kita adalah sesuatu yang menjadi penunjuk arah kita, letak hati kita. Aku sebenarnya selalu konsisten dan yakin dengan bintangku. Namun, akhir-akhir ini, aku mulai banyak berrefleksi lagi. Sebenarnya, apa yang dimaksud de…

Ara Djati22
AtomicEssay

AES056 - Alam Tercermin dalam Kita

Layaknya anak dengan orangtua, kita bisa melihat rupa-rupa alam dalam tubuh manusia. Pola bercincin dalam kayu dalam sidik jari. Darah mengalir dalam pembuluh darah, seperti air dalam sungai, bercabang-cabang dan berubah sesuai dengan datarannya. Kerutan di sudut mata seperti retakan tanah kering.…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES055 - 'Otot' Musik

Aku sudah belajar musik sejak lama, tapi tidak pernah benar-benar menekuni dan menikmati sebanyak yang seharusnya. Tahun-tahun terakhir ini aku jadi tertarik bermain gitar, lalu meng-compose musik dengan gitar. Tapi aku mudah sekali kehilangan motivasi kalau tidak ada target yang riil. Lama-kelamaa…

Ara Djati50
AtomicEssay

AES054 - Anak Cicak Baru!

Kemarin malam, beberapa dari kami menginap di rumah Dea untuk mempermudah berangkat ke Bosscha esoknya. Perjalanannya panjang dan memusingkan dan aku jadi lebih mengapresiasi orang-orang yang tiap pagi berangkat dari Lembang untuk sekolah ke Smipa. Tapi juga aku selalu heran, kenapa orang mau punya…

Ara Djati00
AtomicEssay

AES053 - Kaos Konstelasi dan Kurang Spontan

Hari Selasa nanti, kelas kami akan mengunjungi Observatorium Bosscha. Aku senang sekali, karena terakhir kali ke sana, aku masih sangat kecil dan kurang mengagumi bintang seperti sekarang. Aku hanya ingat ada anak yang menjatuhkan topinya ke dalam ruangan di bawah teleskop, dan bahwa aku mengira ki…

Ara Djati30
AtomicEssay

AES052 - Kalender dalam Dek Kartu

52 adalah angka yang selalu mengingatkanku pada kartu remi! Aku sering terpesona oleh kalender, atau tepatnya, berbagai cara manusia mengukur waktu. Mulai dari kalender-kalender lunar seperti kalender Jawa, Arab, Tionghoa; hingga kalender solar seperti kalender Julian atau kalender Gregorian yang u…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES051 - Penjelajah Waktu di Taman Lansia

Tadi pagi di Taman Lansia, ada seekor kucing yang manis sekali. Dia selalu lompat seperti lumba-lumba kalau dielus-elus, menggesekkan badannya dengan senang. Saat dia sedang duduk-duduk di rumput, lewatlah seorang pria. Kucing itu langsung lari mendekatinya, menempelkan badannya dengan semangat, me…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES050 - AES050!

Sejak esaiku yang ke-42, aku mencoba menantang diriku sendiri untuk menulis esai tiap hari, setidaknya sampai esai ke-50. Hari ini, milestone itu tercapai! Dulunya waktu awal-awal menulis AES, aku kurang menangkap intinya. Aku jarang menulis karena aku ingin esaiku selalu dalam kualitas yang maksim…

Ara Djati53
AtomicEssay

AES049 - Geoengineering, Manusia, dan Bumi

Hari ini, aku menonton beberapa video mengenai konsep yang baru untukku: geoengineering. Geoengineering adalah intervensi buatan dalam skala planet terhadap atmosfer, tanah, atau laut, yang memberi dampak pada iklim bumi. Dengan banyaknya emisi karbon dioksida dalam abad terakhir, kita sudah secara…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES048 - Perspektif

Tadi kami melakukan suatu latihan menarik bernama “Forum Berpikir Besar”. Kami masing-masing diberi waktu 2-3 menit untuk berbicara tentang ide apapun yang sedang ada di bagian terdepan pikiran kami. Di ronde pertama, aku menjadi orang pertama yang berbicara, dan di ronde kedua, aku menjadi orang t…

Ara Djati32
AtomicEssay

AES047 - empat kaki mungil

Di Anak Tangga di Sudut Terluar GOR Saparua, duduk seorang ibu-ibu. Di sela-sela menyapu, ketika tidak ada kerjaan lain, dia duduk di situ sambil memandang ke arah semak-semak. Dan di dalam semak-semak itu, melompat-lompat dengan riang, ada seekor anak kucing. Bulunya putih, ekor dan kakinya berbel…

Ara Djati20